“Dengan semangat para pendahulu kami yang sudah sukses, kami juga mempersiapkan dengan matang dan kami juga jauh lebih siap dalam laga ini,” kata Rochmansyah, salah satu anggota tim.
Selain semangat tim, riset khusus yang dilakukan selama? tiga bulan membuat timnya merasa yakin dan percaya diri akan keluar sebagai juara nasional. “Berlatih selama tiga bulan menjadikan kami sangat percaya diri untuk melenggang ke tingkat nasional,” ujarnya.
Langkah ke depannya, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan riset untuk robot ini agar semakin prima di kontes internasional nantinya, kata Pembina Tim Robotika UMM Nur Alif.
Pembina yang sekaligus dosen Teknik Elektro ini mengaku akan menyiapkan dua robot lainnya untuk diperlombakan di ajang internasional tersebut. “Langkah ke depan, kami akan merampungkan dua robot lain dari divisi berkaki dan beroda untuk mempersiapkan diri dalam perlombaan di Amerika,” katanya.
Kemenangan tim Robotika UMM ini sekaligus menjadi tiket emas bagi UMM untuk ikut serta dalam kontes robot di tingkat internasional yang akan berlangsung di Amerika Serikat.
KRI ke-18 merupakan kompetisi robot tingkat nasional yang dibagi dalam lima divisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Sebanyak 91 tim dari 48 universitas di Indonesia berkompetisi di ajang bergengsi ini. (kol/min)