Kita bisa lihat, peserta festival ini kalau dihitung semua sejak tingkat kecamatan jumlah ratusan mulai dari SD,” ujar Pak Rendra ketika diwawancarai awak media usai menyerahkan hadiah bagi pemenang.
Ia menambahkan, nyatanya setelah Pemkab Malang kemudian memfasilitsi dengan adanya menggelar Festival Sinden ternyata anak-anak muda Kabupaten Malang tertarik turut andil.
Ditegaskan Pak Rendra, maka kemudian seluruhnya perlu turut terus melestarikan kebudayaan Jawa ini, khususnya seni sinden ini sehingga tidak sampai hilang dikarenakan tidak ada lagi pemimpinnya dan pelakunya. Pasalnya, generasi muda saat ini cenderung lebih gampang mempelajari tertarik pada seni kontemporer.
”Saya melihat dalam seni tradisional Jawa yang disampaikan melalui tembang dan dibawakan oleh sinden ini tercatat bahwa bahasa dalam gending itu disampaikan tidak dalam konten denotatif melalinkan konotatif. Jadi kata dan kalimat tersampaikan penuh kesopanan, tidak disampaikan secara vulgar melainkan bahkan secara kiasan.
Hal itu menjadi daya tarik karena masyarakat Jawa dan Indonesia itu tidak kasar namun halus serta perwatakannya tidak kasar. Kalau ada sesuatu disampaikan melalui pola pengertian terlebih dahulu, barulah maksud dan tujuan aslinya,” katanya. (kol/min)