Yang mana, Kiai Anwar merupakan tokoh pendidikan di Jawa Timur. Hampir sepanjang usianya, Kiai Anwar menghabiskan waktu untuk menempuh pendidikan dan memberikan pengabdian di bidang pendidikan.
Pada mulanya sejak berdiri di 1943, pesantren An-Nur hanya mendidik santri putra yang dipimpin langsung Kiai Anwar.
Baru pada 1960 mendidik santri putri, setelah putri beliau kembali dari belajarnya di salah satu pesantren di Jombang.
Dalam usaha mengembangkan lembaga pendidikan Islam ini dibentuklah Yayasan Pendidikan An-Nur.
Selain sistem pendidikan pesantren terus dikembangkan, Yayasan An-Nur juga mendirikan sistem pendidikan formal mulai Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SMP, SMA, hingga SMK An Nur.
Karenanya pada 1973, An Nur ditetapkan Pemda Kabupaten Malang sebagai pesantren percontohan ‘Pilot Proyek Pondok Pesantren’.
Saat ini An-Nur telah berkembang hingga lima pesantren yang tersebar di pelosok Jawa Timur. Santrinya juga sukses mengembangkan ponpes lain di Indonesia.
Meneladani hal itulah, Gus Ipul yang akan berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini menyiapkan program penguatan Madrasah Diniyah (madin) di Jawa Timur yang diberi nama dengan Madin Plus Berkelanjutan.
Melalui program ini, pemerintah provinsi akan memberikan beasiswa kepada guru, meningkatkan Bosda bagi santri, hingga membangun infrastruktur madin.
“Kami antusias melanjutkan kepedulian terhadap Madin karena dari madin dan pesantren, akan lahir banyak tokoh nasional yang bermanfaat bukan hanya agama, namun juga umat, dan negara,” urai Gus Ipul yang juga salah satu Ketua PBNU ini.
Pengasuh pesantren, KH A Fahrur Rozi Burhan pun menyambut baik penjelasan Gus Ipul tersebut.
“An-Nur saat ini telah besar dan memiliki delapan ribu santri. Kami juga memberikan beasiswa kepada para penghafal Al-Quran. Insya Allah, dari An-Nur akan banyak alumni yang memiliki kualitas di bidangnya dan ga penghafal Al-Quran,” pungkas Gus Fahrur. (min