Miris : Pimpinan SPBU Usir Wartawan

Lantaran stiker Tera tidak bisa di baca, lalu limpinan SPBU tersebut mengamuk

Miris : Pimpinan SPBU Usir Wartawan

” Kita hanya sebatas membina, kejadian tersebut ada di internal SPBU, soal pimpinan yang ngamuk-ngamuk itu adalah salah satu sifat dari orangnya sendiri, ” ungkapnya.

Mengenai dengan uji tera atau tera ulang, terang Pasito untuk SPBU jl. Sunan Drajat no.174 itu di tahun 2017 kemarin sudah di lakukan tera ulang, tepatnya di bulan September dan tahun ini sudah minta untuk di tera lagi.

” Kalau untuk stiker tera ulang atau cap tanda uji tera maupun banner, karena belum ada anggaranya jadi kita menggunakan stiker yang lama, untuk tahun ini insya allah kita sudah siapkan stiker plus bannernya,” ucap Pasito di ruangannya Kamis (01/03).

Dia mengungkapkan di tahun 2017 peralihan dari Provinsi sudah di serahkan ke kabupaten Lamongan, sebelumnya kita masih kerja sama dengan BMSL Yogja, pihaknya mengatakan belum ada biaya untuk SPBU karena belum di sahkan sama UPT meterologi Bandung.

” Kalau biaya uji tera atau tera ulang, kita sesuai dengan Perda di Lamongan, per nozzlenya Rp.200 ribu satu tahun sekali, dan itu sudah kita lakukan ke masing-masing SPBU,” pungkasnya. (ard)

SPBU yang ber alamatkan di jl. Sunan Drajat no. 174 Jawa Timur kabupaten Lamongan
SPBU yang ber alamatkan di jl. Sunan Drajat no. 174 Jawa Timur kabupaten Lamongan