Dirjen Tanaman Pangan RI, Sumenep Layak Jadi Sentral Kedelai

Dirjen Tanaman Pangan RI, Sumenep Layak Jadi Sentral Kedelai

Sumenep – Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, MSi, mengatakan Sumenep meiliki luas lahan yng cukup dalam pengembangan pertanian. Sebab itu Sumenepdinilai layak untuk dijadikan sebagai lahan budidaya tanaman kedelai.

Kedepan Sumenep bisa jadi sentral kedelai di Indonesia, ungkap Bupati saat panen raya Jagung Kedelai bersama Menteri Pertanan, di Kecamatan Pragan, Sumenep, Rabu (28/2/2018)

Selain itu kata Bupati Busyiro untuk pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Sumenep dilaksanakan melalui beberapa program, antara lain kemitraan seluas 18.442 hektar, kegiatan fasilitasi penerapan budidaya jagung sebesar 4.500 hektar, perluasan areal tanam jagung (PLTJ) APNM-P Jawa Timur seluas 4.625 hektar, program integrasi jagung hibrida di lahan perkebunan APBN-TP Provinsi Jawa Timur seluas 1.600 hektar.

Total lahan pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Sumenep mencapai 29.167 hektar, dengan perkiraan produksi sebanyak 145.835 ton pipilan kering. Bahkan petani mendapat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BNI 46 sebanyak 7.196 orang, dengan total nilai Rp. 16.013.845.000.

Bupati Sumenep menjelaskan , dalam mendukung proses pemasaran hasil petani, BNI 46 Cabang Sumenep juga memberikan bantuan pinjaman modal melalui program KUR kepada TNI/Babinsa di 6 Kecamatan senilai Rp 500 juta. Termasuk pembelian hasil panen jagung oleh Babinsa dari petani, sampai saat ini terkumpul 105 ton pipilan kering, dari 6 wilayah Kecamatan,” ujarnya.

Sementara, Direktur Jendral Tanaman Pangan Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. Sumardjo Gatot Irianto, MS, DAA Dalam sambutannya mengatakan kedepan Sumenep harus lebih maju dari daerah lain, utamanya dibidang budidaya tanaman jagung dan kedelai.

“Kita ingin Sumenep berkembang, sukses tanam jagung dan padi, harus merampah ke kedelai juga,” katanya saat menghadiri acara panen raya jagung dan kedelai di Kecamatan Pragaan.

Selain itu, pihaknya menambahkan, produksi jagung petani Kabupaten Sumenep sangat bagus, hanya saja dalam pola budidaya jagung harus berubah, karena biayanya sangat mahal.

“Kalau produksi jagungnya bagus sekali, namun saya minta budidaya jagungnya lebih murah, sehingga dampaknya kepada pendapatan hasil panennya petani semakin bertambah,” harapnya.