Sementara itu Ketua Harian DPD Golkar Jawa Timur Freddy Poernomo menuturkan, pihaknya tetap memegang asas praduga tak bersalah. Semuanya diserahkan pada KPK untuk memberikan pembuktian.
Semua rencana yang sudah disiapkan partai dalam menyambut pilkada serentak tetap jalan. “Jadi saat ini kita positif thinking saja, semua proses akan diikuti,” ujar Freddy Purnomo.
Ia melanjutkan, tertangkapnya Nyono Suharli oleh KPK adalah terkait jabatannya sebagai Bupati Jombang. Pihaknya tetap mengikuti jalannya kasus yang sedang membelit Ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut.
“Tentang status keanggotaan, Partai Golkar akan mengikuti ketentuan yang ada di internal,” ungkapnya.
Freddy juga menjelaskan, pada rapat koordinasi harusnya dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto serta pasangan calon di semua pilkada serentak di Jatim. Karena ada OTT KPK semuanya tidak bisa hadir. “Acara tetap berlangsung, tapi beberapa diantaranya tidak hadir, karena ada sesuatu hal,” jelasnya.
Freddy sendiri menjelaskan kalau saat ini belum ada penugasan Plt Ketua Golkar Jatim untuk menggantikan Nyono Suharli yang terkena OTT KPK. Nama pengantinya pun masih samar dan belum diputuskan DPP.
“Untuk menganti ketua itu ranah dan wewenang DPP Partai Golkar untuk menugaskan Plt. Mungkin 2-3 hari ke depan akan ada pengumuman,” tegasnya. (min)